Tentang Kami

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Aqidah dan Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah dan Manhaj. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Membuang Dahak di Masjid saja Terlarang, Apalagi Ngebom? (Menilik Berbagai Tragedi Pengeboman)

Islam mengajarkan kepada manusia adab dan akhlak mulia. Tidak usah mencari ke selain Islam untuk mendapatkan pelajaran adab dan akhlak mulia. Cukuplah Islam sebagai acuan utama dalam mendapatkan pelajaran adab dan akhlak. Begitulah Islam dengan kesempurnaannya.

Berbicara tentang adab dan akhlak, Islam memberikan porsi yang cukup besar untuk pelajaran adab dan akhlak. Islam mengajarkan apa saja adab dan akhlak mulia dan memerintahkan manusia untuk beradab dan berakhlak mulia tersebut sehingga manusia bisa mengamalkannya dalam kehidupannya sehari-hari. Islam juga memperingatkan manusia dari adab dan akhlak buruk serta melarang manusia darinya sehingga manusia bisa menjauhinya.



Selasa, 17 Mei 2011

Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Sahabat Abu Bakar dan Umar

Inilah diantara keyakinan nyeleneh Syi'ah

Abu Bakar & Umar Disalib Di Sebatang Pohon
Disebabkan ideologi “Ar Raj’ah” dan pengadilan para penguasa kaum Muslimin merupakan bagian dari ideologi dasar kaum Syi’ah, tidak mengherankan bila ulama mereka, yaitu Sayyid Al Murtadha, penulis buku “Amaali Al Murtadha”, yang sekaligus saudara kandung As Syarif Ar Radhi sang penyair dan sekutunya dalam pemalsuan tambahan kitab “Nahjul Balaghah”, yang mungkin saja mencapai sepertiga kitab aslinya, yaitu setiap bagian yang mengandung celaan dan kritikan kepada para sahabat. Sayyid Al Murtadha ini berkata dalam bukunya “Al Masail An Nushairiyyah” bahwasanya Abu Bakar dan Umar akan disalib di sebatang pohon pada hari tersebut, yaitu pada masa Al Mahdi (Yaitu imam mereka kedua belas, yang mereka sebut sebagai Al Qaim/penegak dari keluarga Muhammad), dan pohon tersebut sebelum penyaliban dalam keadaan hijau nan segar, dan akan menjadi kering seusai penyaliban!!?



Kamis, 28 April 2011

Mengapa Nabi Isa Disebut Al-Masih??

Kenapa Nabi Isa Di Juluki Al Masih ?

Jawab:

Tidak diragukan lagi, bahwa nama aslinya adalah Isa. Nama itulah yang disebutkan dalam al-Quran seperti dalam ayat :


Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,09

berikutnya dalam ayat yang artinya:
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya 10

dan ayat yang artinya:
 
dan Zakariya, Yahaya, `Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh 11

dan ayat yang artinya:



Jumat, 01 April 2011

Abu Hurairoh dihujat Syi'ah, Tapi Ternyata Malah Dipakai di Kitab-kitab Syi'ah

Abu Hurairoh Dihujat Syi’ah Tapi Dipakai Dalam Kitab-Kitab Syi’ah!!??

Abu Hurairah terus dihujat. Ternyata hadits-hadits Abu Hurairah yang dihujat tercantum dalam literatur Syi’ah. Bagaimana itu bisa terjadi? Semua bisa terjadi untuk menghujat Ahlus Sunnah dan sahabat Nabi.
Sering kita lihat tulisan-tulisan Syi’ah yang menghujat Ahlus Sunnah, mengemukakan hadits-hadits yang katanya tidak masuk akal, dan berlawanan dengan Al-Qur’an. Hadits-hadits itu berasal dari riwayat Abu Hurairah.
Dipilihnya Abu Hurairah sebagai target bidikan bukanlah tanpa alasan. Kita ketahui, Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits. Artinya, ketika legitimasi Abu Hurairah jatuh, maka legitimasi sunnah Nabi pun jatuh juga. Sunnah Nabi di sini bukan hanya sekedar text dari hadits, tapi seluruh perangkat yang terkait, seperti para perawi dan ulama hadits, otomatis gugur juga.



TAHLILAN DALAM TIMBANGAN ISLAM



بسم الله الرحمن الرحيم
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’alamencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki.
Telah kita maklumi bersama bahwa acara tahlilan merupakan upacara ritual seremonial yang biasa dilakukan oleh keumuman masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kematian. Secara bersama-sama, berkumpul sanak keluarga, handai taulan, beserta masyarakat sekitarnya, membaca beberapa ayat Al Qur’an, dzikir-dzikir, dan disertai do’a-do’a tertentu untuk dikirimkan kepada si mayit. Karena dari sekian materi bacaannya terdapat kalimat tahlil yang diulang-ulang (ratusan kali bahkan ada yang sampai ribuan kali), maka acara tersebut dikenal dengan istilah “Tahlilan”.
Acara ini biasanya diselenggarakan setelah selesai proses penguburan (terkadang dilakukan sebelum penguburan mayit), kemudian terus berlangsung setiap hari sampai hari ketujuh. Lalu diselenggarakan kembali pada hari ke 40 dan ke 100. Untuk selanjutnya acara tersebut diadakan tiap tahun dari hari kematian si mayit, walaupun terkadang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Tidak lepas pula dalam acara tersebut penjamuan yang disajikan pada tiap kali acara diselenggarakan. Model penyajian hidangan biasanya selalu variatif, tergantung adat yang berjalan di tempat tersebut. Namun pada dasarnya menu hidangan “lebih dari sekedarnya” cenderung mirip menu hidangan yang berbau kemeriahan. Sehingga acara tersebut terkesan pesta kecil-kecilan, memang demikianlah kenyataannya.
Entah telah berapa abad lamanya acara tersebut diselenggarakan, hingga tanpa disadari menjadi suatu kelaziman. Konsekuensinya, bila ada yang tidak menyelenggarakan acara tersebut berarti telah menyalahi adat dan akibatnya ia diasingkan dari masyarakat. Bahkan lebih jauh lagi acara tersebut telah membangun opini muatan hukum yaitu sunnah (baca: “wajib”) untuk dikerjakan dan sebaliknya, bid’ah (hal yang baru dan ajaib) apabila ditinggalkan.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger