Tentang Kami

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Birrul Walidain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Birrul Walidain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Sedepo Kurang Dhowo, Sekilan Kakean

Seorang anak laki-laki yang telah beranjak dewasa pulang ke rumah orangtuanya. Rumah yang sederhana. Ketika malam tiba, sebagaimana biasa, anak tersebut bercengkerama dengan kedua orangtuanya, melepas kerinduan antara anak dan orangtua setelah sekian waktu tidak berjumpa. Malam itu, mereka bercengkerama di atas tempat tidur. Dan biasanya, dalam keadaan seperti itu, selalu ada perbincangan antara anak laki-laki tersebut dengan kedua orangtuanya.

Malam itu, ketika anak laki-laki itu pulang ke rumah orangtuanya, terjadilah perbincangan antara anak laki-laki tersebut dengan kedua orangtuanya. Sambil memijit-mijit punggung bapaknya, sang anak mendengarkan setiap wasiat yang keluar dari lisan orangtua. Orangtua yang beranjak tua sering memberikan wasiat dan nasehat kepada anak-anaknya. Malam itu, sang orangtua mewasiatkan tentang birrul walidain. Sang ibu mengingatkan anak laki-lakinya tersebut  tentang perbandingan antara kasih sayang orangtua kepada anak dengan kasih sayang anak terhadap orangtua. Sang ibu menggambarkan bagaimana perbandingan keduanya dengan kalimat yang singkat, namun sarat akan makna sehingga anak laki-laki tersebut mengenangnya, menyimpan pesan tersebut. Bagaimana seorang ibu menggambarkan kasih sayang orangtua kepada anak dibanding kasih sayang anak kepada orangtuanya? Kalimat ringkas yang dipergunakan oleh sang ibu adalah:



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger