Tentang Kami

Pengikut

Jumat, 10 Juni 2011

.:BEDAH JIMAT:.

Cincin Giok Birma
Manfaat/ fungsi: keberuntungan, menolak keracunan atau infeksi, mengusir hawa negatif atau ilmu hitam, meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan rumah tangga, menghindarkan permusuhan dan rasa putus asa.
Keterangan: Batu giok asli Birma. Tuah berasal dari energi alami benda. Cara menggunakannya cukup digunakan sebagai cincin. Mahar Rp. 149.000.


Keris Nogo Manten
Fungsi: Dipercaya memiliki energi untuk melancarkan dan menderaskan datangnya rezeki, ketentraman dan keharmonisan keluarga dan tolak balak.
Keterangan: memiliki energi asmak kerezekian, tolak bala`, dan keharmonisan. Cara penggunaan cukup di bawa kemanapun pergi/diletakkan di dalam rumah. Mahar: Rp. 199.000.



Keris Jimat Kyai Jangkung
Fungsi: Dipercaya memiliki energi untuk keselamatan, anti daya negatif, penatas, singkir (menyingkirkan hujan, halangan, rintangan), nyiwer (mendatangkan tamu) melancarkan dan menderaskan datangnya rezeki.
Keterangan:  memiliki energi dan kodam dari empu pembuatnya. Pamor: Tiban, Dapur: Jangkung, ganja iras (ganja bersatu dengan wilah) Tangguh Majapahit, Keadaan: Utuh. Cara penggunaan cukup di bawa kemanapun pergi/diletakkan di dalam rumah. Mahar Rp 49.999.000 (empat puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh Sembilan ribu rupiah). Barang asli silahkan trawang.



Selasa, 31 Mei 2011

INDAHNYA SURGA DAN DAHSYATNYA SIKSA NERAKA

Oleh: Abu Ubaidillah Ridhwan Al-Atsary

Ketahuilah wahai saudaraku - semoga Allah merahmatimu - di antara perkara yang termasuk keimanan kepada hari Akhir dalam pandangan Ahlus Sunnah adalah meyakini dengan keyakinan yang kuat tentang adanya surga dan neraka yang Allah peruntukkan sebagai tempat pembalasan amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya di dunia. Adapun surga merupakan Daaruts Tsawaab (tempat balasan amal sholih) diperuntukkan bagi hamba-hamba-Nya yang melakukan ketaatan kepada-Nya dari kalangan orang-orang beriman, ahli tauhid dan bertakwa. Sedangkan neraka adalah Daarul ‘iqoob (tempat penyiksaan) yang abadi sebagai tempat kembalinya orang-orang kafir, musyrikin, munafiq (nifaq I’tiqody) dan dari kalangan ahli tauhid yang melakukan kemaksiatan sesuai dengan kadar dosanya kemudian Allah masukkan mereka ke dalam surga.[1]
Amal ketaatan lagi sholih bukanlah merupakan sebab utama yang memasukkan seseorang ke dalam surga, namun hanyalah surga itu diraih berkat karunia Allah kepada hamba-Nya. Hal tersebut dikarenakan bahwa seberapapun banyaknya amal shalih yang dilakukan seorang hamba tidak akan mampu mengganti surga dan kenikmatan serta keindahan di dalamnya. Sedangkan seseorang masuk neraka adalah akibat dari kekufuran yang dilakukannya di dunia dan hal ini sebagai bentuk keadilan Allah terhadap hamba-Nya karena telah melakukan kekufuran, dan bukan karena kedzoliman Allah terhadap hamba-Nya.[2]



Selasa, 17 Mei 2011

Keyakinan Nyeleneh Syi’ah Tentang Sahabat Abu Bakar dan Umar

Inilah diantara keyakinan nyeleneh Syi'ah

Abu Bakar & Umar Disalib Di Sebatang Pohon
Disebabkan ideologi “Ar Raj’ah” dan pengadilan para penguasa kaum Muslimin merupakan bagian dari ideologi dasar kaum Syi’ah, tidak mengherankan bila ulama mereka, yaitu Sayyid Al Murtadha, penulis buku “Amaali Al Murtadha”, yang sekaligus saudara kandung As Syarif Ar Radhi sang penyair dan sekutunya dalam pemalsuan tambahan kitab “Nahjul Balaghah”, yang mungkin saja mencapai sepertiga kitab aslinya, yaitu setiap bagian yang mengandung celaan dan kritikan kepada para sahabat. Sayyid Al Murtadha ini berkata dalam bukunya “Al Masail An Nushairiyyah” bahwasanya Abu Bakar dan Umar akan disalib di sebatang pohon pada hari tersebut, yaitu pada masa Al Mahdi (Yaitu imam mereka kedua belas, yang mereka sebut sebagai Al Qaim/penegak dari keluarga Muhammad), dan pohon tersebut sebelum penyaliban dalam keadaan hijau nan segar, dan akan menjadi kering seusai penyaliban!!?



Kamis, 12 Mei 2011

Teguh Dalam Medan Jihad, Memegang Prinsip Hidup Dan Dalam Kematian

2. Teguh Dalam Medan Jihad :
“Wahai orang yang
beriman, jika memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu”  (Al-Anfal
: 45)
Termasuk
dosa besar dalam agama kita adalah lari dari medan pertempuran. Adalah Rasullah
Shallallahu'alaihi wasallam saat memikul tanah di punggungnya ketika menggali
parit (pada peristiwa perang Khandak) berulang-berulang bersama kaum mu’minin
mengucapkan : “Dan teguhkanlah kaki kami jika kami bertemu (dengan
musuh)
"
Riwayat Bukhori
dalam Kitab “Al-Ghazawat”, Bab “Ghazwah Khandak”, lihat Fathul Bari
7/399]
 
3. Teguh Terhadap Prinsip Hidup  
“Diantara
orang-orang mu’min  itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka
janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka
ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merobah janjinya” 
(Al-Ahzab-23)
Prinsip hidup mereka
lebih mahal dari nyawa mereka, keteguhan yang pantang menyerah



Teguh Saat menghadapi ujian

Goyahnya pendirian yang sering
menimpa hati. Diantara sebabnya adalah karena mendapatkan ujian, hati yang
menghadapi cobaan kesenangan atau kesulitan akan mudah goyah kecuali orang-orang
yang memiliki bashirah yang telah menyiram hatinya dengan keimanan.
Diantara ujian-ujian tersebut
adalah:
Fitnah Harta:
“Dan diantara mereka ada orang
yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian
karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami
termasuk orang-orang yang saleh l Maka setelah Allah memberikan kepada mereka
sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling, dan
mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) “ (At-Taubah :
75-76)  




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger